WARTABANJAR.COM – Hingga Agustus 2024 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kalsel telah terinput ke Simfoni PPA sebanyak 444 kasus perempuan dan anak yang telah melapor ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kalimantan Selatan (Kalsel).
Dari 444 kasus ini yang terlaporkan di 2024 dengan korban 98 orang laki-laki dan 371 korban perempuan.
Kepala UPTD PPA Kalsel Said Zulkifli Rival melalui Kepala Seksi Pengaduan UPTD PPA Prov Kalsel, Naimah Fitriyanuarty menyampaikan yang dimaksud terinput yakni berdasarkan tahun pelaporan dan berdasarkan tahun kejadian. Sehingga bisa saja kejadian 2023, namun terinput di 2024.
Baca Juga
Jambret di Gambut Ambil Gelang Pengendara Senilai Rp 100 Juta
“Dibandingkan tahun sebelumnya terlihatnya memang naik, hanya saja jika dilihat perbedaan kasus di tahun ini peningkatannya ada di kasus kekerasan seksual,” kata Naimah.
Disebutkan Naimah, dari data tersebut paling banyak Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten HSS.













