Pangeran Antasari wafat pada 11 Oktober 1862, dikenang sebagai pemimpin perlawanan rakyat Banjar melawan kolonialisme Belanda.
Ia diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada tahun 1968 oleh Pemerintah Indonesia.
“Peringatan wafatnya Pangeran Antasari selalu menjadi momen penting bagi masyarakat Kalimantan Selatan untuk menghormati perjuangan para leluhur yang telah berkorban demi kemerdekaan,” ucap Adi.
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan tali asih kepada keluarga dan zuriat atau keturunan Pangeran Antasari oleh Pemprov Kalsel. (MC Kalsel)
Editor: Yayu







