PBB Keluarkan Pernyataan UNIFIL dalam Bahaya yang Kian Besar

Kebakaran besar terjadi di latar belakang ketika petugas penyelamat menggunakan obor untuk mencari korban yang selamat di reruntuhan, menurut video yang disiarkan oleh televisi al-Manar milik Hizbullah.

Militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi baru pada malam hari untuk pinggiran selatan Beirut termasuk bangunan tertentu.

Sebelumnya pada hari yang sama, Israel memperingatkan warga sipil Lebanon untuk tidak kembali ke rumah mereka di wilayah selatan untuk menghindari bahaya akibat pertempuran. Belum ada komentar langsung dari pihak Israel mengenai insiden tersebut.

Perluasan target serangan

Setelah Israel membunuh sejumlah pejabat tinggi Hizbullah dalam beberapa pekan terakhir, termasuk pemimpin tertinggi Hassan Nasrallah, Safa termasuk di antara sedikit tokoh senior yang masih hidup ketika eselon atas kelompok tersebut berjuang untuk melakukan reorganisasi.

Upaya untuk membunuh Safa, yang perannya menggabungkan urusan keamanan dan politik, menandai perluasan target Israel terhadap pejabat Hizbullah.

Sejauh ini serangan berfokus pada komandan militer dan pemimpin puncak kelompok tersebut.

Safa, yang menurut laporan media Timur Tengah lahir pada tahun 1960, mengawasi negosiasi yang menghasilkan kesepakatan tahun 2008 di mana Hizbullah menukar jenazah tentara Israel yang ditangkap pada tahun 2006 dengan tahanan Lebanon di Israel.

Baca juga:Dua Anggota TNI Terluka di Lebanon, Indonesia Mengecam Keras Serangan Israel ke UNIFIL

Insiden tahun 2006 memicu perang 34 hari dengan Israel.

Reuters juga melaporkan bahwa pada tahun 2021, Safa memperingatkan hakim yang menyelidiki tragedi ledakan pelabuhan di Beirut pada tahun 2020, bahwa Hizbullah akan mengeluarkannya dari penyelidikan itu.(pwk)

Editor: purwoko