Pemerintah daerah sangat mendukung pelestarian tradisi ini, sebab tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga mempunyai potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan menjadikannya sebagai daya tarik wisata budaya.
Kepala Disbudporapar melalui Kabid Kebudayaan, Muhammad Syahid menjelaskan, tujuan kegiatan Baayun Maulid tersebut untuk melestarikan Budaya Banjar sekaligus memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.
“Baayun maulid ini agenda tiap tahun, kali ini pesertanya anak-anak PAUD dari usia 3 sampai 5 tahun sebanyak 200 orang, dibagi menjadi 4 sesi,” jelas Syahid.
Baayun Maulid diiringi dengan syair maulid ditandai prosesi Batapung Tawar oleh Asisten Administrasi Umum, Rakhmat Dhani didampingi Kepala Disdik, Hj. Liana Penny dan Kabid Kebudayaan dilanjutkan dengan pemberian makanan lakatan banyiur bagula habang (red: nasi pulut kelapa gula merah). (MC Banjar)
Editor: Yayu







