PBB Khawatir Mendalam Atas Serangan Besar-besaran Israel

“Meski situasinya sangat sulit, misi penjaga perdamaian, militer dan penjaga perdamaian sipil, tetap berkomitmen terhadap misi mereka dan terus beradaptasi guna melaksanakan mandat misi di tengah situasi yang sangat tidak bersahabat,” tambahnya.

Menanggapi pertanyaan wartawan tentang “kekhawatiran besar” PBB terhadap Lebanon, Dujarric mengatakan: “Siapa pun yang melihat gambar-gambar dan asap yang mengepul dari daerah yang berpenduduk padat, paling tidak, harus merasa khawatir.”

Dujarric juga mengumumkan dana 10 juta dolar AS (sekitar Rp151,2 miliar) yang dialokasikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal untuk Urusan Kemanusiaan Joyce Msuya dari “Dana Tanggap Darurat Pusat” PBB untuk respons kemanusiaan di Lebanon.”

“Ini adalah dana tambahan dari 10 juta dolar AS (sekitar Rp151,2 miliar) yang dikeluarkan awal pekan ini dari dana kemanusiaan Lebanon,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa PBB akan terus memantau situasi kemanusiaan secara ketat dan lebih lanjut mendukung pemerintah Lebanon, yang memimpin tanggap darurat.

Israel menggempur Lebanon sejak Senin pagi, menewaskan lebih dari 700 orang dan melukai hampir 2.200 lainnya, menurut angka yang dirilis Kementerian Kesehatan Lebanon.

Kementerian tersebut juga mengatakan bahwa jumlah korban tewas di Lebanon sejak Oktober lalu adalah sebanyak 1.540 orang, selain lebih dari 77 ribu pengungsi dari bagian selatan dan timur negara itu.

Hizbullah dan Israel telah terlibat dalam perang lintas batas sejak dimulainya perang Israel di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 41.500 orang, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, menyusul serangan lintas batas dari Hamas pada 7 Oktober.

Baca juga:PBB: Israel Telah Tewaskan 11.355 Anak Gaza, Pelanggaran Berat dan Jarang Dilihat

Masyarakat internasional telah memperingatkan Israel untuk tidak melakukan serangan ke Lebanon karena hal itu meningkatkan kekhawatiran atas meluasnya konflik di Gaza secara regional.(pwk)

Editor: purwoko