Kaum Muda HST Sampaikan Aspirasi Save Meratus ke KPU HST

“Kami harapkan KPU nantinya bisa memasukkan materi debat terkait komitmen #SAVEMERATUS, komitmen penolakan tambang batu bara dan perkebunan kelapa sawit, serta mendorong ekonomi hijau di HST,” ujar Dayat, Alumni Pendidikan Lingkungan Green Leaders Indonesia.

Lebih lanjut, pihaknya juga mendorong kampanye yang ramah lingkungan dan memastikan isu lingkungan jadi salah satu pokok isu prioritas dalam Pilkada. Serta, mendorong pencabutan izin tambang PT Antang Gunung Meratus (AGM) dari wilayah HST.

Rekomendasi lainnya, pihaknya juga mendorong pengakuan, perlindungan dan pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat (MHA) HST, pemerataan infrastruktur dan pendidikan khususnya di Pegunungan Meratus, pengelolaan persampahan, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta pemberantasan tambang maupun perambahan hutan ilegal.

“Suara kaum muda ini penting didengarkan karena saat ini pemuda merupakan pemilih mayoritas dalam Pilkada. Serta, pemuda juga yang akan merasakan dampak atau manfaat panjang dari kebijakan kepala daerah yang terpilih nantinya,” jelasnya.

Ia berharap, rekomendasi ini dapat dikawal bersama semua lapisan masyarakat. Tidak hanya menjadi bahan bahasan debat kandidat, tetapi juga jadi komitmen program bagi Bupati HST terpilih nantinya.

Sementara itu, Ketua KPU HST, Ardiansyah menyambut baik audiensi kaum muda HST yang diinisiasi oleh Institut Hijau Indonesia ini. Menurutnya, pihaknya sudah berusaha meluangkan waktu ditengah padatnya agenda tahapan Pilkada ini.

Lebih lanjut, pihaknya pun mengakui telah menerima banyak masukan dari kaum muda dalam audiensi ini. Dia mengakui isu lingkungan ini sangat krusial, apalagi di Kabupaten HST.

Ardiansyah menerangkan, sesuai kesepakatan yang ada, pihaknya akan berkoordinasi kepada pimpinan di KPU Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk menindaklanjuti berbagai aspirasi dan rekomendasi untuk dimuat dalam debat kandidat ke depan.

“InsyaAllah akan kami masukan dalam waktu dekat untuk debat kandidat. Kami juga akan mengupayakan mencari panelis yang kompeten agar bisa memasukan isu lingkungan jadi isu nasional,” imbuhnya. (Alfi)

Editor Restu