Kendati begitu, Karyoto mengungkapkan polisi masih menyelidiki soal kepastian tujuh jasad tersebut merupakan komplotan dari para pelaku tawuran yang diamankan. Dia menyebut, pihaknya saat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti dan memeriksa para saksi.
“Memang pada saat ini saya tidak bisa menyimpulkan apa-apa belum bisa menyimpulkan apa-apa, karena berbagai macam keterangan sudah kita kumpulkan. Menurut informasi sekilas adalah bahwa ini korban adalah salah satu yang menjadi kemarin malam (tawuran),” tuturnya.
Menurut Karyoto, kelompok remaja yang diduga hendak tawuran ini panik ketika melihat polisi sedang melakukan patroli. Sebagian dari mereka lari dan menyeburkan diri ke sungai.
“Mereka menyeburkan diri ke sungai karena adanya ketakutan ketakutan adanya patroli yang lewat atau yang menegur, menegurnya sejauh mana ini sedang kami dalami oleh rekan-rekan,” tukasnya. (berbagai sumber/tri)
Editor: Erna Djedi






