WARTABANJAR.COM, KOTABARU-Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Kotabaru, Kalsel, NH (55) nyaris menjadi korban pemjambretan pada Kamis (19/9/2024) sekitar pukul 09.15 Wita. Kejadiannya di Jalan Tanjung Serdang, Desa Sungup Kanan, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kabupaten Kotabaru. Korban diketahui merupakan warga Sungai Pasir. Saat kejadian, ia tengah berkendara sendirian menggunakan sepeda motor. Menurut keterangan Kapolres Kotabaru, AKBP Doli M Tanjung, S.I.K melalui Kasat Reskrim, AKP Muhammad Taufan Maulana, insiden ini terjadi ketika korban melintas di lokasi kejadian. Dua orang pelaku yang tidak dikenal, mengendarai sepeda motor matik, tiba-tiba mengadang korban di tengah jalan. Dengan cepat, para pelaku berusaha merampas tas milik NH, namun korban berhasil mempertahankan tasnya meskipun dalam kondisi terancam. Dalam upaya mempertahankan tasnya, NH terjatuh dari sepeda motornya, namun ia selamat dari aksi kejahatan tersebut meskipun mengalami syok akibat kejadian yang dialaminya. “Para pelaku yang gagal mendapatkan tas korban, langsung melarikan diri ke arah Desa Salino,” ungkap Akp Taufan, dikutip Minggu (22/9/2024) dari laman Polres Kotabaru. BACA JUGA: Lagi, Aksi Diduga Gengster Banjarmasin di 2 Lokasi Resahkan Warga Setelah mendapatkan laporan terkait percobaan penjambretan ini, Satreskrim dan Polsek Pulau Laut Tengah segera mengejar kedua pelaku. Belum diketahui apakah kedua pelaku sudah berhasil diringkus atau belum. Akp Taufan menambahkan bahwa kasus ini sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihaknya. Selain itu, ia juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada, terutama saat berada di tempat-tempat yang rawan tindak kriminalitas. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak membawa barang berharga secara mencolok saat bepergian sendirian, terutama di kawasan yang minim pengawasan,” ujar Akp Taufan. Aksi percobaan penjambretan ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berada di daerah-daerah yang sering menjadi target kejahatan untuk mengurangi risiko terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. (berbagai sumber) Editor: Yayu