WARTABANJAR.COM, BALANGAN - Desa Juai Kecamatan Juai Kabupaten Balangan menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dengan materi pengenalan dan cara pengoperasian mesin pemadam kebakaran serta simulasi Alat Pemadam APi Ringan (APAR). Pelatihan dimulai dari pemaparan materi dari instruktur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan. Pemateri dari BPBD Balangan yaitu Staf Teknisi Peralatan dan Mesin, Rudiansyah kemudian dilanjutkan dengan praktik yang dilakukan oleh setiap Satlinmas. Rudiansyah, mengatakan, kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ilmu Satlinmas Desa Juai tentang penggunaan alat pemadam dan APAR. Diharapkan, seluruh Satlinmas dapat sigap dalam melakukan pemadaman ketika terjadi kebakaran. "Para linmas kami ajarkan cara menghidupkan mesim pemadam, memasang selang, menyemprotkan air serta cara menggulung selang pemadan jika telah selesai digunakan," ujarnya seperti dikutip Wartabanjar.com, Kamis (19/09/2024). Baca juga: Ada 35 Calon Tunggal di Pilkada 2024: KPU Tak Fasilitasi Kampanye Kotak Kosong Menurutnya, hal demikian ini sangat penting karena jika sudah paham dan mengerti serta tahu caranya maka akan memudahkan penggunaannya jika terjadi musibah kebakaran. "Intinya peralatan cepat dioperasionalkan saat di lapangan jika terjadi kebakaran," katanya. Kemudian para linmas juga dilatih bagaimana menggunakan APAR. Dijelaskannya bahwa APAR adalah perangkat yang dirancang untuk memberikan pemadaman api pada awal kebakaran, sebelum api menjadi terlalu besar atau sulit untuk dikendalikan. "Fungsi utama APAR adalah untuk menyediakan sarana pemadaman api yang cepat dan mudah diakses di berbagai lokasi, baik di tempat umum maupun di lingkungan pemerintahan," jelasnya. Baca juga: Waduh! Baru Dilantik Ada Anggota DPRD Banjar Yang Menggadaikan SK ke Bank Lebih lanjut menurutnya, APAR dirancang untuk memberikan pemadaman cepat pada tahap awal kebakaran. Ini membantu mencegah perluasan api dan memungkinkan upaya pemadaman dilakukan segera setelah deteksi kebakaran. APAR biasanya dirancang agar mudah dipindahkan dan dioperasikan oleh satu orang. Portabilitas ini memungkinkan APAR ditempatkan di lokasi yang strategis untuk memberikan perlindungan cepat. "Untuk itu, pelatihan ini bertujuan agar seluruh linmas dapat sigap dalam melakukan pemadaman ketika terjadi kebakaran," tambahnya. (Alfi) Baca juga: Kejari Balangan Tegas Ajak Wujudkan Netralitas ASN dalam Pilkada 2024 Editor: Sidik Purwoko