BI menjelaskan utang luar negeri pemerintah pada Juli 2024 sebesar US$ 194,3 miliar, atau tumbuh sebesar 0,6% yoy setelah mencatatkan kontraksi pertumbuhan sebesar 0,8% (yoy) pada Juni 2024.
Perkembangan utang luar negeri tersebut dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri dan peningkatan aliran masuk modal asing pada surat berharga negara (SBN), seiring tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.
Utang luar negeri pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel untuk mendukung belanja, antara lain pada sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (20,9% dari jumlah utang luar negeri pemerintah), administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (18,9%), jasa pendidikan (16,8%), konstruksi (13,6%), serta jasa keuangan dan asuransi (9,4%).
Erwin mengatakan utang luar negeri swasta mencatat kontraksi pertumbuhan. Pada Juli 2024, posisi utang luar negeri swasta tercatat sebesar US$ 195,2 miliar, atau mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,1% (yoy), setelah mencatatkan pertumbuhan yang rendah pada Juni 2024. (pwk)
Editor: purwoko







