WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Penindakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai terlalu banyak drama. Komentar miring itu datang dari Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves).
Menurut Luhut Binsar, pemberantasan korupsi baru akan berhasil jika berfokus pada sektor pencegahan. Hal ini disampaikan saat Luhut memamerkan program e-katalog yang mampu mendaftarkan 9,4 juta item untuk proyek pengadaan barang dan jasa pemerintahan. Ekosistem baru ini bahkan bisa menghemat dan menyelamatkan uang negara hingga ratusan triliun.
“Jadi bukan OTT [Operasi tangkap tangan], OTT, OTT Rp50 juta Rp100 juta rame jadi drama,” kata Luhut dikutip Wartabanjar.com di ICE BSD, Selasa (17/09/2024).
Baca juga: Terbang Di Selat Taiwan, Tiongkok Buntuti Pesawat Militer AS
Dia mengatakan, mendapat respon marah saat melontarkan kritik tentang sistem penindakan KPK melalui OTT. Pada saat itu, dia kerap menyebutkan penegakan hukum melalui OTT sebagai pendekatan yang kampungan dalam pemberantasan korupsi.
Menurut dia, secara faktual penindakan kasus hukum tak memberikan dampak signifikan pada keuangan negara. Dia pun mendorong KPK justru lebih banyak berfokus dan meningkatkan pencegahan.
Usai penerapan e-katalog, menurut Luhut, KPK bekerja lebih efektif dengan terus memantau proses pengadaan secara digital.
Baca juga: Terbang Di Selat Taiwan, Tiongkok Buntuti Pesawat Militer AS
“Jadi penyidik harus independent, orangnya independent, dan tugas pokok mereka itu patroli di e-catalog di Simbara, di Govtech [Government Technology] untuk memastikan bahwa sistem ini jalan,” katanya.