Survei Indikator Menyebut Popularitas Dedi Mulyadi Unggul di Pilkada Jabar

Tolerasi kesalahan atau margin of error plus minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel responden berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat yang diwawancarai secara tatap muka.

Memiliki Daftar Pemilih Tetap (DPT) 35,7 juta, Pilgub Jawa Barat akan diikuti empat pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang telah resmi mendaftar ke KPU Provinsi Jawa Barat. Mereka adalah Acep Adang Ruhiat –

Gitalis Dwi Natarina yang dicalonkan oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), pasangan Ahmad Syaikhu – Ilham Akbar Habibie dicalonkan leh PKS, Nasdem dan PBB, berikutnya pasangan Jeje Wiradinata – Ronal Sunandar Surapradja yang dicalonkan oleh PDI Perjuangan, dan pasangan Dedi Mulyadi – Erwan Setiawan yang dicalonkan oleh koalisi gemuk 13 partai termasuk partai Golkar, Gerindra dan Demokrat.

Burhanuddin menjelaskan faktor perhatian pada rakyat menjadi alasan teratas (42,6 persen) responden memilih calon. Alasan lainnya adalah belum tahu nama calon lain (16,1 persen) dan berpengalaman di pemerintah (10,4 persen).

“Jadi dari 42,6 persen baseline warga Jabar yang memilih karena faktor perhatian sama rakyat itu paling didominasi oleh pemilih Dedi Mulyadi. Jadi orang yang memilih karena faktor perhatian sama rakyat itu umumnya memilih Dedi Mulyadi. Jadi kekuatan Dedi Mulyadi disini, mungkin karena orangnya rajin muter (berkeliling-red) ke seluruh wilayah di Jawa Barat,” papar Burhanuddin.

Saat ini berdasarkan survei itu, popularitas Dedi berada di posisi teratas (93,8 persen), sementara nama-nama lain kurang dari 25 persen. Tingkat kedisukaan public terhadap Dedi juga sangat tinggi sekitar 92,2 persen. (berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi