Mega Ajak Dunia Internasional Susun Hukum Internasional soal Kecerdasan Buatan

Ancaman penggunaan senjata kimia dan biologi juga dirasa kian mencemaskan. Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itumemandang perlunya mencermati keterlibatan aktor nonnegara. Sebab setiap negara setidaknya memiliki paradigma ideal atas negaranya dalam posisi internasionalnya.

“Namun, apakah demikian dengan aktor nonnegara? Bagaimana kalau kemajuan artificial intelligence dalam hubungannya dengan persenjataan modern yang membahayakan keselamatan umat manusia dikuasai aktor nonnegara?” katanya.

Megawati melanjutkan, “Dalam pandangan saya, yang harus segera hukum internasional harus mengatur ini. Seluruh potensi konflik harus dimitigasi melalui hukum internasional.”

Baca juga: Zairullah Ungkap Keinginan Keliling Indonesia sebagai Presiden Anak Yatim

Walau demikian, Megawati juga mengingatkan agar hukum internasional tersebut dibangun dengan semangat kesetaraan, bukan atas dasar semangat dominasi sebuah negara besar terhadap negeri lainnya di dunia.

Turut mendampingi Megawati saat kuliah umum di Universitas St. Petersburg, Duta Besar Dunia Pendidikan dan Iptek untuk Universitas St.Petersburg, Connie Rahakundini Bakrie. Terlihat juga mendengarkan kuliah umum, antara lain, Dubes Indonesia untuk Rusia Jose Tavares. (Sidik Purwoko)

Editor: Sidik Purwoko