Menurutnya kondisi ini mengganggu psikologis atlet. Sebab keikutsertaan di PON XXI Aceh-Sumut tanpa dibekali uang saku.
“Ini sangat mengganggu PSIKOLOGIS atlet.
Inilah akibat yang ngurus olahraga tidak
mengerti tentang olahraga.
Masa pertandingan sekelas PON atlet tidak
dapat uang saku.
Jadi saya minta perhatian dari pengambil
kebijakan Gubernur dan DPRD KALSEL untuk
segera mencairkan uang saku atlet, pelatih
tersebut.”
Terakhir, harapnya tidak disamakan status atlet dan ASN.
“Jangan atlet disamakan dgn ASN, karena jelas ATLET bukan ASN. Kalau ATLET disamakan dengan ASN maka ATLET akan menerima gaji tiap bulan sampai 56 tahun dan mendptkan tunjangan tiap bulan.” (atoe)
Editor Restu







