Menjelang penggulingannya yang mengakhiri masa jabatannya selama 15 tahun, Hasina mengklaim pada Mei bahwa ada rencana untuk menciptakan ‘negara tersendiri seperti Timor Timur’ dengan mengambil bagian dari Bangladesh dan Myanmar.”
Tanpa menyebut negara mana pun secara spesifik, Hasina mengatakan dia ditawari pemilihan kembali yang bebas masalah pada pemilu 7 Januari jika dia mengizinkan negara asing boleh membangun pangkalan udara di wilayah Bangladesh,” menurut Daily Star yang berbasis di Dhaka.
Baca juga:Bankir Rakyat Kecil Pimpin Pemerintahan Baru, Inilah Fakta-fakta Tsunami Politik Bangladesh
Hasina juga menyatakan kesedihan terkait kerusuhan politik di Bangladesh setelah pengunduran dirinya pada 5 Agustus. Hal itu dimulai dengan protes tuntutan penghapusan sistem kuota kontroversial dalam pekerjaan publik.
Terkait dengan pernyataan tersebut, putra Hasina yang berdiam di AS, Sajeeb Wazed, mengatakan di X: “Pernyataan pengunduran diri terbaru yang dikaitkan dengan ibu saya yang dipublikasikan di sebuah surat kabar sepenuhnya salah dan dibuat-buat.”
“Saya baru saja mengonfirmasi kepada dia (Hasina) bahwa dia tidak membuat pernyataan apa pun sebelum atau setelah meninggalkan Dhaka,” kata Wazed, yang sebelumnya menjabat sebagai pengusaha TI dan penasihat ICT untuk perdana menteri Bangladesh.
Melarikan diri ke India
Hasina melarikan diri dari Bangladesh pada 5 Agustus ke negara tetangga India di mana dia saat ini tinggal “untuk sementara waktu,” menurut pejabat India.







