Sinwar, yang menghabiskan separuh masa dewasanya di penjara-penjara Israel, adalah pemimpin Hamas paling kuat yang masih hidup setelah pembunuhan Haniyeh, yang telah membuat wilayah tersebut berada di ambang konflik regional yang lebih luas setelah Iran bersumpah akan melakukan pembalasan yang keras.
Israel belum mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut namun menyatakan pihaknya telah membunuh para pemimpin senior lainnya, termasuk wakil pemimpin Hamas Saleh al-Arouri, yang terbunuh di Beirut, dan Mohammed Deif, komandan militer gerakan tersebut.
Baca juga:Potret Anak-anak Gaza Berpose Bersama Gambar Ismail Haniyeh di Dekat Reruntuhan Rumah Pemimpin Hamas
Lahir di sebuah kamp pengungsi di kota Khan Younis, Gaza selatan, Sinwar, 61, terpilih sebagai pemimpin Hamas di Gaza pada tahun 2017 setelah mendapatkan reputasi sebagai penegak hukum yang keras dan menganggap musuh bebuyutan Israel.
Dia adalah mantan kepala aparat keamanan Al-Majd yang melacak dan menghukum warga Palestina yang dituduh bekerja sama dengan dinas rahasia Israel sebelum dia dipenjara.(pwk)
Editor: purwoko







