Gangguan tersebut juga menyebabkan sejumlah penerbangan yang berangkat tertunda dan mengakibatkan antrian panjang serta kekacauan di Bandara Changi.
Bahkan SingPost mengatakan bahwa sistem pelacakan surat dan paketnya juga terkena dampaknya.
Beberapa pelaku usaha dan investor juga mengalami masalah dalam mengakses sistem pasca perdagangan Bursa Singapura pada 19 Juli.
Namun Otoritas Moneter Singapura (MAS) mengatakan bahwa layanan perdagangan dan kliring penting lainnya tidak terpengaruh.
Lembaga-lembaga keuangan besar juga melaporkan tidak ada atau hanya sedikit dampaknya terhadap pelanggan dan operasi utama mereka, kata juru bicara MAS.
Baca juga:Semua Negara Terdampak Gangguan Global, Awal Perang Dunia Ketiga?
“Beberapa di antaranya mengalami gangguan pada sistem internal yang digunakan oleh staf, namun dalam semua kasus, sistem kritis tidak terpengaruh,” tambahnya.
Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Josephine Teo mengatakan dalam sebuah postingan di Facebook: “Apa yang kami ketahui sekarang adalah bahwa ini bukan insiden keamanan siber tetapi masalah teknis pada perangkat lunak Microsoft dan CrowdStrike,” katanya dikutip Straitstimes.
Dia mengatakan bahwa meskipun layanan penting yang disediakan oleh Pemerintah, bank lokal, telekomunikasi dan rumah sakit masih terus berjalan, beberapa organisasi di sini mengalami gangguan, yang pastinya menyebabkan ketidaknyamanan bagi penggunanya.







