“Selama 30 tahun lebih hidup di Batang, baru kali ini merasakan gempa hebat,” ujarnya.
Selain syok, gempa juga berdampak ke kondisi rumahnya yang alami retak-retak. Bahkan, dinding rumahnya sempat ambrol selepas gempa. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi






