Batubara DInilai Masih Jadi Modal Kebangkitan Ekonomi Indonesia

“PT Bumi Resources bila melakukan penambangan selalu berkonsultasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup,” ungkap Achmad Reza Widjaja.

“Bahkan bila ada tetesan oli di tambang, kita didenda sangat besar oleh Kementerian Lingkungan Hidup, namun lucunya di kota-kota besar banyak tetesan oli tapi tidak didenda,” kata Achmad Reza Widjaja

Baca juga: Dukung Kebebasan Pers, Kabidhumas Polda Kalteng Hadiri FGD Dewan Pers

Achmad Reza Widjaja menambahkan, sebenarnya pemerintah masih bertahan dengan batu bara, “Karena yang siap hanya batu bara sesuai dengan daya beli masyarakat, contohnya pembangkit listrik tenaga uap yang bahan bakarnya batu bara,” ujarnya.

Achmad Reza Widjaja mengungkapkan di tahun 2023 target produksi nasional batu bara adalah 690 juta ton per tahun, kemudian pemerintah di akhir periode 2023 menaikkan menjadi 770 juta ton, bahkan di tahun 2024 target dinaikkan menjadi 970 juta ton.

Achmad Reza Widjaja mengatakan, PT Bumi Resources yang memiliki dua tambang mampu menghasilkan batu bara hingga 110 tahun ke depan, “Bahkan bisa lebih karena di Papua belum dibongkar,” ujarnya.

Lebih lanjut Achmad Reza Widjaja menegaskan batu bara bisa diubah berbagai macam produk yang bernilai tambah seperti metanol, LPG, dan amonia.

Baca juga: Polda Kalteng Amankan Tiga Tersangka Kasus Pencurian Sekolah Lintas Provinsi

Terkait produksi batu bara, Achmad Reza Widjaja mengungkapkan, setiap tahun target produksi terus meningkat, karena ada kewajiban 25 persen hasil produksi harus masuk ke PLN.

“Tmbang batu bara adalah penyumbang royalti terbesar untuk Pendapatan Negara Bukan Pajak, yakni sekitar 10 persen, pastinya batu bara masih menjadi modal kebangkitan ekonomi bangsa,” pungkas Achmad Reza Widjaja. (Sidik Purwoko)

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca