Kabar tersebut membuat ratusan warga Suriah marah dan turun ke jalan di beberapa kota di wilayah barat laut negara itu.
Pada Senin (1/7/2024) malam, Turki menutup penyeberangan di perbatasan Bab al Hawa, jalur perdagangan dan penumpang utama negaranya dengan Suriah.
Kota di perbatasan Suriah, Afrin, menjadi lokasi bentrokan paling parah, dengan sedikitnya empat orang tewas dalam baku tembak antara pengunjuk rasa bersenjata dan pasukan Turki.
Di tempat lain, terjadi pertempuran kecil dan bentrokan bersenjata, dengan warga sipil melemparkan batu ke konvoi Turki di beberapa kota, dan merobek bendera Turki di beberapa kantor.
Presiden Turki Tayyip Erdogan menyalahkan serangan anti-Suriah kepada lawan politiknya.
“Tidak ada yang dapat dicapai dengan mengobarkan xenofobia atau kebencian pengungsi di masyarakat,” kata Erdogan.
Turki memutuskan hubungan dengan Suriah setelah perang saudara Suriah pada 2011 dan mendukung pemberontak yang ingin menggulingkan Presiden Bashar al-Assad. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi









