Syahrul Yasin Limpo Mulai Bongkar Kasus-Kasus Lain di Kementan

Bahkan katanya, SYL masih berusaha membaca siapa yang sedang dilawan dalam perkara ini.

“Kan masih ada kekhawatiran, beliau (SYL) tidak tahu sebenarnya lawan siapa. Melawan sebuah kebenaran atau melawan sebuah kekuatan lain ataukah apa sebenarnya yang membuat beliau masih gamang mengungkapkan fakta-fakta kebenaran itu,” ujarnya.

Namun demikian, hal-hal seperti itu akan dituangkan di dalam pleidoi atau nota pembelaan.

Baca juga: Tarif Listrik Nonsubsidi Periode Juli-September Tidak Naik

Nantinya, pihaknya akan melayangkan pleidoi pribadi maupun dari tim penasihat hukum.

“Itu pasti kita taruh di pleidoi,” katanya.

Sebagai informasi, dalam perkara ini selain pidana badan 12 tahun penjara, SYL juga telah dituntut untuk membayar denda Rp 500 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Kemudian dia juga dituntut untuk membayar uang penganti sejumlah gratifikasi yang diterimanya, yakni Rp 44.269.777.204 dan USD 30 ribu.

Uang pengganti tersebut harus dibayarkan dalam jangka waktu satu bulan setelah perkara ini inkrah atau berkekuatan hukum tetap.

Jika tidak dibayar, maka harta bendanya menurut jaksa, disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Baca juga: Ada Sunatan Massal di Turdes ke-10 Paman Birin dan Acil Odah

“Dan jika tidak mencukupi akan diganti pidana penjara 4 tahun,” kata jaksa.

Menurut jaksa, dalam perkara ini, Syahrul Yasin Limpo terbukti melanggar Pasal 12 huruf e juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama. (Sidik Purwoko)

Editor: Sidik Purwoko