Menurutnya, kepergian Sabana ini tentunya akan membuat banyak orang kehilangan, baik itu kawan maupun juga masyarakat Banjarmasin.
“Karena Beliau ini terhitung paling lama di Polresta Banjarmasin, selama 2 tahun menjabat sebagai Wakapolresta Banjarmasin, kemudian karir beliau sangat bagus dan di promosikan menjadi Kapolresta Banjarmasin kurang Lebih selama 2,7 bulan, jadi hampir-hampir 5 tahun Beliau di Polresta Banjarmasin. Itulah yang menjadikan sosok Beliau itu begitu melekat di hati masyarakat,” tuturnya.
“Ditambah lagi beliau adalah sosok yang dermawan, banyak dari masyarakat yang di bantu oleh Beliau, yang saya pribadi menjadi jembatan untuk menyalurkan bantuan itu, diantaranya memberi santunan kepada fakir miskin dan anak yatim. Tentu akan banyak yang kehilangan,” sambungnya.
Sementara itu, hal serupa juga diungkapkan, pengurus Barisan Pertahanan Adat Dayak (Batamad), Rodi Djohan. Ia menuturkan bahwa Sabana merupakan sosok pengayom yang merangkul banyak kalangan untuk berkomitmen menjaga kondusifitas di Banjarmasin.
“Sepengatahuan saya beliau adalah Kapolresta yang dekat dengan sejumlah ormas adat, seperti Batamad, Laung Kuning, Pasukan Merah dan sebagainya. Beliau merangkul dan melibatkan kami dalam berbagai kegiatan,” ucap Rodi.
“Sehingga ketika terjadi permasalah di tengah masyarakat, banyak pihak dapat dirangkul guna menuju perdamaian,” tambahnya.
Di satu sisi pihaknya ujar Rodi sangat kehilangan sosok pemimpin yang humble, tapi di sisi lain ujarnya semua harus ikhlas karena ini demi perjalanan karir Sabana ke depan.
“Semoga sukses di tempat baru dan karirnya semakin cemerlang,” pungkasnya. (Iqnatius)
Editor Restu







