“Rakyat kami hidup dalam keadaan yang sulit,” katanya setelah salat di Khan Younis, dilansir dari berbagai sumber, Senin (17/6/2024).
Media Al Jazeera juga melaporkan, warga Palestina berusaha untuk tetap optimistis melewati Iduladha di tengah ancaman perang.
“Warga Palestina berusaha memberikan kebahagiaan kepada anak-anak mereka, meskipun agresi Israel terus berlanjut, karena banyak dari mereka merayakan Iduladha tanpa orang tua mereka,” tulis Al Jazeera.
Kantor media pemerintah di Gaza melaporkan pada hari Sabtu (15/6/2024) lalu, Israel melarang masuknya hewan kurban ke wilayah tersebut, sehingga membuat warga Palestina tidak bisa melakukan tradisi kurban sebagai bagian dari Iduladha.
Sementara itu, di Masjid Al-Aqsa, 40.000 umat muslim melaksanakan salat Iduladha, jauh lebih sedikit dibandingkan yang hadir pada 2023 sekitar 100.000 jemaah.
Kantor berita Wafa melaporkan, pasukan Israel juga menyerang jemaah yang memasuki masjid dan menghalangi orang lain untuk mencapai tempat suci tersebut.
Sementara di Ramallah,warga Palestina juga berkumpul untuk melaksanakan salat Iduladha.
“Kami sangat menderita dan mengalami masa-masa sulit dengan apa yang terjadi pada saudara-saudara kami di Gaza,” kata Mahmoud Mohana, seorang imam masjid. (berbagai sumber)
Editor: Yayu







