Wapres Malawi Saulos Chilima Tewas Dalam Kecelakaan Pesawat, Presiden Chakwera Umumkan Hari Berkabung Nasional
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JOHANNESBURG - Wakil Presiden Malawi Dr. Saulos Chilima dan sembilan orang lainnya dinyatakan tewas saat pesawat yang mereka tumpangi jatuh di pegunungan Chikangawa, Selasa (11/06/2024). Presiden Lazarus Chakwera menetapkan hari Selasa sebagai hari berkabung nasional. Belum diketahui nasib istri Chilima, Mary yang juga berada di dalam pesawat ketika kecelakaan itu terjadi.
“Sayangnya, semua penumpang tewas dalam kecelakaan itu,” kata Kantor Presiden dan Kabinet yang dikutip Wartabanjar.com dalam pernyataan pagi tadi. Konfirmasi tersebut muncul setelah upaya pencarian selama lebih dari sehari di kawasan hutan di pegunungan Malawi utara. Pesawat militer itu jatuh Senin pagi setelah lepas landas dari ibu kota negara, Lilongwe.
Chilima (51) dan penumpang lainnya hendak menghadiri pemakaman mantan jaksa agung negara itu ketika pesawat mereka hilang dari radar. Pejabat lalu lintas udara mengatakan pesawat tersebut tidak dapat mendarat di bandara Mzuzu, sekitar 200 mil sebelah utara ibu kota, karena jarak pandang yang buruk, dan pilot telah disarankan untuk kembali ke Lilongwe ketika pesawat tersebut menghilang.
Baca juga: Pemerintah Apresiasi Komitmen Tajikistan Respon Isu Sumber Daya Air
Berbicara kepada negaranya pada hari Selasa, Chakwera mengatakan Chilima, bersama dengan tujuh perwira militer dan dua penumpang lainnya, berada di sebuah pesawat militer kecil, yang menurut Associated Press adalah pesawat baling-baling ganda tipe Dornier 228 yang dikirim ke tentara Malawi pada tahun 1988. AP memastikan informasi tersebut dengan melakukan referensi silang nomor ekor pesawat yang disediakan oleh Chakwera dengan data yang disediakan oleh situs ch-aviation.
Beberapa sumber di Malawi mengatakan kepada CBS News pada Selasa malam bahwa istri Chilima tidak berada di pesawat tersebut. Namun pemerintah tidak segera mengklarifikasi keberadaan atau kondisinya.
Chilima di Malawi sebagai calon kandidat presiden tahun depan. Seorang tokoh yang agak kontroversial, dia ditangkap pada tahun 2022 atas tuduhan korupsi, di tengah laporan bahwa dia menerima suap dari seorang pengusaha untuk kontrak pemerintah.
Baca juga: Simpan Sabu-sabu di Kantong, EC diamankan Satres Narkoba
Chilima secara konsisten membantah tuduhan tersebut, hingga bulan lalu, ketika tuduhan tersebut dibatalkan oleh jaksa penuntut nasional, yang mengajukan pemberitahuan penghentian kasus tersebut.
Dalam pidato nasional yang disiarkan televisi pada Senin malam, Chawera mengatakan kepada negara tersebut bahwa operasi pencarian dan penyelamatan akan berlanjut sampai pesawat Saulos Chilima ditemukan.
“Saya tahu ini adalah situasi yang menyedihkan,” katanya, “dan kami semua ketakutan dan prihatin.”
Beberapa negara termasuk Amerika Serikat memberikan dukungan teknologi dalam operasi pencarian tersebut.
Baca juga: Presiden Jokowi Diminta Bentuk TPF Untuk Kasus Vina Cirebon, Begini Alasannya
Dalam sebuah pernyataan yang diposting Selasa pagi di media sosial, Kedutaan Besar AS di Lilongwe mengatakan pihaknya "sangat prihatin dengan berita kecelakaan itu" dan menambahkan tawaran "semua bantuan yang tersedia termasuk pesawat Defense C-12." (berbagai sumber)
Editor: Sidik Purwoko