“Kejadian itu kebetulan saya lagi di warung, terus ada pengendara motor yang berseragam XTC lewat dan langsung dilempari batu. Terus dikejar-kejar. Berhubung saya takut di situ akhirnya saya pulang saja. Kejadiannya sekitar jam setengah 11 malam,” kata Aep.
“Bicara soal pelemparan, saya kurang tahu ya (jumlah orang yang terlibat pelemparan). Masalahnya di situ juga ada sekitar delapan anak. Cuma yang mengejar itu ada empat motor,” ungkap Aep.
Menurut Aep, dia mengenal delapan orang tersebut secara wajah, tetapi tidak mengetahui nama-nama mereka. Selain itu, kelompok remaja itu juga sering nongkrong di seberang cuci steam tempat dia bekerja.
“Tidak pernah (interaksi). Saya tahu saja anak-anak sering nongkrong di sana, depan bengkel saya,” ucap Aep.
Aep mengungkap dia sempat bertemu dengan ayah dari Eki, Iptu Rudiana.
Saat itu, ayah dari Eki bertanya terkait peristiwa yang terjadi kepada Aep.
“Dia menanyakan,’Apakah saya tahu semalam ada kejadian ribut-ribut di sini? Saya spontan bilang ya saya tahu. ‘Terus kamu tahu pelaku-pelakunya?’ Ya, saya tahu, Pak. ‘Biasa nongkrong di mana?’ Itu Pak, di depan. Sudah begitu dia kasih nomor HP ke saya dan bilang kabari saya kalau anak-anaknya pada nongkrong. Hari itu juga sore sekitar jam 5 saya kabari,” tuturnya. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi






