WARTABANJAR.COM, MARTAPURA- Sejumlah pengelola destinasi wisata di Kabupaten Banjar mengikuti kegiatan pelatihan tata kelola destinasi wisata yang berlangsung di Anjangsana Room, Villa Aranaway, Pamathon, Kamis (16/5/2024).
Pelatihan ini dihadiri oleh 80 peserta yang terdiri dari perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari berbagai desa di Kabupaten Banjar, dipimpin oleh Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas (PK) Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinbudparpora) Kabupaten Banjar.
Agenda pelatihan ini mencakup peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pendanaan desa melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), keamanan bagi pengunjung obyek wisata, serta sarana komunikasi yang mendukung kegiatan pariwisata.
Kepala Bidang Pariwisata Disbudparpora Kabupaten Banjar, Afri, menegaskan bahwa sejumlah objek wisata di Kabupaten Banjar tetap aman dikunjungi.
Lokasi wisata di wilayah ini tidak termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) yang ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Berdasarkan pantauan di lapangan, objek wisata seperti Waduk Riam Kanan di Aranio masih ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah seperti Banjarmasin, Banjarbaru, dan Martapura,” ujarnya.
Peserta pelatihan berasal dari berbagai desa, termasuk Desa Tiwingan Baru, Desa Tiwingan Lama, Desa Paku Alam, Desa Belangian, Desa Pa’au, Desa Kiram, Desa Padang Panjang, Desa Pekauman, Desa Pengaron, dan Desa Lokbaintan.
Industri pariwisata di Kabupaten Banjar dianggap rentan terhadap bencana jika tidak dikelola dengan baik.







