Efek Boikot Produk Terafiliasi Israel, Investor AS Hentikan Penjualan Saham Operator Starbucks Indonesia

Sumber tersebut mengatakan ustahil untuk menjual saham sebagai peluang pertumbuhan ketika penjualan sedang menurun, rencana ekspansi diperkecil, karyawan dirugikan di toko-toko dan tidak ada tanda-tanda boikot akan berakhir.

Sementara itu, CVC Capital Partners, salah satu perusahaan ekuitas swasta terbesar di Eropa, juga telah menghentikan penjualan 21% sahamnya di QSR Brands Malaysia, operator KFC dan Pizza Hut.

Menurut dua sumber lainnya, alasan penghentian itu juga sama, yakni karena gerakan boikot.

Salah satu pihak mengatakan penjualan terhenti karena beberapa faktor, termasuk tidak mendapatkan valuasi yang diinginkan.

QSR Malaysia adalah perusahaan swasta dan tidak mengungkapkan data keuangan, sahamnya bernilai lebih dari RM1,2 miliar (US$252 juta) tahun lalu.

Dengan demikian, penghentian penjualan saham oleh kelompok ekuitas swasta global menggarisbawahi betapa parahnya boikot di wilayah yang dihuni oleh 250 juta umat Islam di dunia tersebut.

Kepala Konsumen dan Internet di Aletheia Capital, Nirgunan Tiruchelvam mengatakan masyarakat mengalihkan aksi boikot dari merek makanan dan minuman ke merek kecantikan.

Boikot saat ini jauh lebih besar dibandingkan dengan boikot yang bersifat simbolis,” kata Nirgunan Tiruchelvam.

Ini terbukti, dengan Unilever yang menyatakan pada bulan Februari bahwa penjualannya di Indonesia turun 15% pada kuartal keempat tahun 2023 sebagai akibat dari boikot. (berbagai sumber)

Editor: Yayu

Baca Juga :   BI Resmi Buka Penukaran Uang Baru Hari Ini! Akses pintar.bi.go.id Mulai 14.00 WIB, Ini Tata Caranya

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca