Kemudian dengan teriakan kepanikan warga setempat, sebab kobaran api yang dengan cepat langsung membesar.
“Tadi informasinya kami pas lagi salat Isya di masjid, tiba-tiba orang teriak kebakaran jadi kita enggak sempat salat, langsung keluar. Cuma di sini api sudah besar, jadi kita panik semua,” kata Andre kepada Beritasatu.com di lokasi kebakaran, Kamis (11/4/2024).
Menurutnya, kebakaran ini telah menghanguskan sedikitnya lima rumah warga. Sedangkan untuk kerugian, ditaksir mencapai lebih dari Rp 1 miliar.
Dinas Damkar Kota Samarinda pun menerjunkan sedikitnya sembilan unit truk tangki air, guna menanggulangi kebakaran kali ini.
Kabid Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Damkar Samarinda, Teguh mengatakan, selain mengakibatkan 5 lima unit rumah warga ludes terbakar, kejadian ini juga menyebabkan tiga orang yang terdiri dari relawan damkar dan warga terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit lantaran menderita luka bakar dan sesak napas.
“Kami dapat informasi di Jalan Teuku Umar gang 1, sekitar pukul 18.25 Wita lima unit rumah terbakar. Untuk data sementara yang terbakar, dan ada juga korban dari relawan luka bakar, sesak napas, serta salah satu masyarakat yang lagi strok dan sesak napas. Untuk sementara pasien dibawa ke rumah sakit,” tegas Teguh.
Sementara itu, guna mengungkap penyebab pasti dari musibah kebakaran ini, sejumlah personel telah diturunkan ke lokasi kebakaran untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







