WARTABANJAR.COM, SURABAYA - Sudahkah kaleng Khong Guan tersedia di meja ruang tamu anda pada H-2 Lebaran 2024? Karena biskuit ini merupakan salah satu biskuit kaleng yang selalu menghiasi jamuan saat momen lebaran di masyarakat Indonesia. Bahkan kaleng Khong Guan berseliweran di sejumlah grup Whatsapp kerap menjadi stiker atau meme isi rengginang. Tak sedikit yang mempertanyakan sosok sang ayah yang tak terlihat di gambar kalengnya. Akibatnya, sosok petugas kerajaan Inggris di kemasan kaleng biskuit Royal Monde produksi PT. Nissin Biscuit Indonesia pun dicatut sebagai kepala keluarga di kaleng biskuit Khong Guan. Karena sedang menjalankan tugas itulah sang ayah tidak bisa mendampingi keluarganya berfoto. Namun menurut Bernardus Prasodjo, pelukis foto viral di kaleng biskuit Khong Guan, dirinya mengaku bahwa gambar kaleng Khong Guan tanpa ada sosok ayah dengan alasan sebagai bentuk bentuk marketing visualisasi seorang pelukis. Baca juga: Mengenal Khong Guan, Biskuit Legendaris Yang Selalu Ada Di Meja Saat Lebaran (1) "Yaitu bermaksud agar mempengaruhi ibu rumah tangga agar mau membeli Khong Guan. Karena kebanyakan para ibu yang akan membeli produk Khong Guan," demikian tulis sang pelukis yang dikutip Wartabanjar.com. Dirinya yang melukis foto fenomenal itu di usia 24 tahun menyebut, awalnya membuat sketsa terlebih dahulu sesuai pesanan. “Kita sketch dulu. Kira-kira seperti ini mau gak. Sampai sudah setuju kira-kira komposisinya seperti itu, baru kita lukis,” terangnya. Waktu itu ia mendapatkan pesanan gambar tersebut dari sebuah perusahaan separasi film. Ia mendapatkan contoh gambar dari sebuah majalah. Bernardus mengikuti arahan yang diberikan pihak pemesanan gambar. Menurut Bernardus, gambar yang yang sampai saat ini menghiasi kaleng tersebut tidak banyak berbeda dengan gambar contoh yang disodorkan padanya. “Ya cuma ini bajunya warna kuning, yang ini merah. Kemudian anaknya yang ini rada digeser kemari, yang ini jadi pegang biskuit. Ya begitu aja,” tuturnya. Baca juga: BCL Makan Malam Bareng Anak dan Suami Pakai Baju Seksi, Netizen: Tolong Hormati Bulan Ramadhan Bernardus menggambar lukisan biskuit Khong Guan pada tahun 1970-an. Dirinya sempat mengajar graphic design, typography, dan reproduksi warna digital di LPKT. Ia juga sempat kuliah selama dua tahun di ITB. Bernardus Prasodjo sejak duduk di bangku Taman Kanak-kanak sudah menggambar. Sampai orangtua marah-marah, karena baru dibelikan buku gambar, sudah penuh. Apa saja yang mau digambar, ia gambar. "Seperti kalau sekarang pemandangan bisa pakai kamera. Kalau dulu, mau  pemandangan itu kami lukis,' katanya. Dirinya lebih senang menggambar langsung. Kepuasannya berbeda. Walaupun sekarang masih suka membuat iklan-iklan sendiri untuk kegiatan. Dirinya biasa menggunakan Photoshop agar lebih gampang. "Dari kuliah enggak sengaja. Karena mendaftarnya di ITB, mesti ada dua pilihan. Pilihan pertama, saya arsitek. Pilihan kedua, seni lukis. Yang diterima di seni lukis, jadi ya sudah dijalani," paparnya. Baca juga: Jelang Idul Fitri, Lazis ASFA Kalsel Salurkan Zakat Tunai Kepada Imam dan Marbot Serta Lansia Jompo di Tanah Bumbu Sejak jaman kuliah, dirinya kos di jalan Lengkong Kecil Bandung. Sebelah kosnya adalah percetakan redaksi majalah Aktuil. Majalah musik yang sangat terkenal di Bandung kala itu. "Kami suka main ke situ, bantu-bantu buat ilustrasi. Keterusan. Lama-lama kuliahnya ketinggalan," ceritanya. Lalu ada yang memesan pembuatan komik di Aktuil yang dibuat berseri. Tak pelak banyak perusahaan yang ingin memesan ilustrasi produknya termasuk Khong Guan. "Dulu, saya ke supermarket itu bangga sekali. Hampir semua etiket-etiket yang laku itu, saya yang bikin. Tetapi, makin ke sini, makin sedikit. Sekarang yang masih ada tinggal Khong Ghuan, Monde  sama Nissin wafer. Karena pemiliknya sama. Buat apa-apa diganti-ganti (gambarnya), itu saja sudah laku," pungkasnya. (Sidik Purwoko) Editor: Sidik Purwoko (berbagai sumber)