Bagi Takjil Sambil Konvoi, 170 Pelajar Malah Lakukan Tawuran di 4 Lokasi
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Sebanyak 170 pelajar diamankan Polres Jakarta Pusat.
Para pelajar itu diamankan setelah melakukan tawuran, yang diawali konvoi bagi-bagi takjil.
Ratusan pelajar itu, diamankan dari 4 lokasi yang sering dijadikan ajang keributan dan konvoi.
Keempat lokasi tersebut, yakni di Fly Over Roxy Sawah Besar, TL Carolus Senen, Bundaran Hotel Indonesia (HI) Menteng, dan di Fly Over Jalan HBR Motik Kemayoran.
Baca juga: Puluhan Remaja Hendak Bagarakan Sahur Diamankan Tim Gabungan di Jalan Veteran
Pada Rabu, 3 April 2024 ratusan pelajar pelaku tawuran itu, dikumpulkan di Halaman Balai Kota DKI Jakarta untuk diberikan pengarahan.
Pada apel pengarahan ini hadir Polda Metro Jaya, Kapolres Jakarta Pusat, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan menyiapkan sejumlah sanksi bagi ratusan pelajar yang terlibat.
Disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Purwosusilo, buntut perbuatannya ratusan siswa harus menerima konsekuensi yang akan dijatuhkan.
Misalnya, berupa pencabutan sebagai penerima manfaat Kartu Jakarta Pintar (KJP).
"Kami melatih, kami mendidik anak-anak kita itu menjadi manusia yang bertanggung jawab. Artinya apa? Berani berbuat, berani bertanggung jawab. Kalau dari perbuatan yang mereka ternyata ada konsekuensi logis terkait dengan tatib sekolah, ya harus berani menghadap. Termasuk dengan terkait KJP," kata Purwosusilo dikutip Kamis (4/4/2024).
Disdik DKI Jakarta saat ini tengah mendata pelajar pelaku tawuran yang tercatat sebagai penerima manfaat KJP.
Apabila terbukti melanggar aturan penerima, maka KJP yang bersangkutan bakal dicabut.
"Berani berbuat berani bertanggung jawab karena ada regulasi di Pergubnya. Kalau memang melanggar ketentuan ya dicabut, dibekukan sementara," jelas Purwosusilo.
"Kita lihat nanti, kita lihat nanti apakah dia kebawa-bawa (konvoi), apakan dia membawa petasan, apakah dia membawa bendera, itu yang akan menjadi pertimbangan kami," lanjutnya. (ernawati/tri)
Editor: Erna Djedi