Dirinya menambahkan, DMDI dibentuk sejak 24 tahun silam untuk saling menjalin kerja sama antar anggota DMDI, bertukar informasi, memajukan dunia Melayu dari segi ekonomi maupun teknologi hingga sederajat dengan negara lain.
Sementara Ketua DMDI Kalsel, Ibnu Sina menyampaikan, pelaksanaan MTQ antar bangsa di Kalsel ini merupakan sebuah kebanggaan. Acara ini juga menjadi ajang berkumpulnya para kafilah antar negara melayu. Hal itu juga mengingatkan bahwa Banjarmasin dulunya bernama Bandarmasih atau bandarnya melayu.
Saat kedatangan tokoh dari Negeri Semenanjung Malaysia tersebut disambut Tarian Hadrah, sejenis tarian nuansa Islam dan Melayu. Rombongan sebelumnya sempat mengunjungi Pasar Wadai Ramadhan (Ramadhan Cake Fair) Banjarmasin.
Selain membuka MTQ Antarbangsa, Sultan Melaka juga melantik pengurus DMDI Kalsel yang dijabat oleh Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, disaksikan Ketua Umum DMDI Indonesia Said Aldi Al Idrus.
Baca juga: PLN Pastikan Pasokan Listrik Ramadan dan Idul Fitri 1445 H di Kalbar Aman
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ Antarbangsa Muhamad Riskon menjelaskan, peserta dari 17 daerah di Indonesia mengikuti MTQ Antarbangsa tersebut, antara lain Aceh, Kepri, Lampung, Sumut, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Banten, Kalsel, Kaltim, Kalbar, Kalteng, Sulteng, NTB, dan Sultra.
Riskon mengungkapkan, peserta dari Kamboja, Thailand, dan Brunei Darussalam sempat menyatakan ikut, namun mengundurkan diri saat penyelenggaraan acara. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko







