“Terima kasih, puji Tuhan karena bisa menciptakan sejarah lagi setelah 30 tahun. saya bersyukur atas raihan ini. Terima kasih buat semuanya yang telah membantu saya mewujudkan gelar juara ini,” kata Jojo.
Sementara itu, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dengan gagah mengandaskan perlawanan andalan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, juga dengan dua gim langsung, 21-16, 21-16, pada final ganda putra All England 2024.
“Saya sangat bangga, kami bangga, bahwa kami bisa pertahankan gelar All England tahun ini, yang mana berbeda dengan tahun lalu saat kami datang sebagai unggulan nomor 1, sedangkan kali ini kami berstatus non-unggulan,” kata Fajar.
Sementara Sekjen PBSI, Mohammad Fadil Imran, memberikan pesan khusus kepada seluruh atlet yang telah berjuang selama All England 2024.
“Hari ini kita saksikan hasil kerja tim yang kompak, dan satu kejayaan untuk merah putih. Pencapain ini adalah hasil ketekunan dan kerja keras menjalani proses para atlet dan ofisial. Patut kita syukuri, tetapi harus tetap fokus bekerja menyiapkan turnamen berikutnya,” katanya.
Fadil menambahkan, pentingnya untuk tetap fokus menatap masa depan karena masih ada beberapa turnamen yang harus dimenangkan, terutama Olimpiade Paris 2024.
“Ke depan ada Piala Thomas dan Uber. Tentu yang jadi tujuan kita Olimpiade Paris 2024. Semoga pencapaian ini menjadi momentum kebangkitan bulu tangkis Indonesia di masa depan,” tambahnya. (atoe/amr)
Editor Restu







