Ini dikarenakan Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudl hilal, sementara pemerintah mengacu pada kriteria MABIMS.
Sementara untuk pemerintah akan menunggu sidang rukyatul hilal yang pemantauannya tersebar di seluruh Indonesia.(berbagai sumber)
Baca Juga
Ahli Gempa Sebut Gempa di Kabupaten Banjar Tergolong Unik
Editor Restu







