WARTABANJAR.COM – Ada 33,4 hektare kawasan permukiman kumuh yang tersebar di beberapa daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Adapun prioritas penanganan kawasan kumuh yakni di Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST), Barito Kuala (Batola) dan Kota Banjarbaru.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kalsel, Mursyidah Aminy mengatakan ada target di 2024.
“Tahun 2024, target kita akan menuntaskan penanganan kawasan permukiman kumuh sebesar 33,4 hektare dengan total anggaran sebesar Rp5,5 miliar,” kata Mursyidah di Banjarbaru, Senin (19/2/2024).
Untuk penanganan kawasan permukiman kumuh ada 7 indikator yaitu, sanitasi, air limbah, air bersih, persampahan, jalan, drainase dan RTH.
Berdasarkan kewenangan provinsi sesuai uu no 23/2014 dalam penataan kawasan kumuh luasannya 10 sampai 15 hektare, sedangkan di bawah 10 hektare itu kewenangan Kabupaten dan kota kemudian di atas 15 hektare kewenangan dari pemerintah pusat,” ujarnya.







