Marak Kasus DBD, Disdikbud Kalsel Ajak Siswa Terapkan 3M

“Meskipun belum ada obat untuk penyakit DBD dan vaksin untuk mencegah virus dengue masih berbayar dengan harga yang mahal, satu-satunya cara yang dapat dilakukan saat ini adalah dengan pengendalian vektor penular alias nyamuk Aedes aegypti,” ujarnya.

Untuk meningkatkan keberhasilan pengendalian DBD dan mencegah terjadinya peningkatan kasus atau Kejadian Luar Biasa (KLB), maka diperlukan adanya juru pemantau jentik (Jumantik) dalam melakukan pengawasan dan penyuluhan kepada masyarakat agar melakukan PSN dengan 3m plus.

Kegiatan PSN ini dapat dilakukan di rumah maupun di sekolah, seperti yang dilakukan di SMA 8 Banjarmasin, dan melibatkan siswa, guru, tenaga pendidikan, dan anggota keluarga sebagai jumantik.

“Saya berharap kegiatan ini akan terus dilaksanakan berkelanjutan, untuk menanggulangi DBD di Kalsel,” harapnya.

Dalam setiap individu, kebersihan rumah atau lingkungan tempat tinggal harus dijaga dengan bersih dan rapi, dengan menjaga sampah tidak berserakan. Selain itu, perlu ada kesadaran untuk selalu melakukan 3m plus (menutup, menguras, mengubur, dan memanfaatkan barang bekas sebagai tempat air).

“Dengan mempraktikkan kegiatan ini dengan serius, penyebaran virus yang menimbulkan DBD akan menurun dan pola hidup yang lebih sehat bisa dimulai dari lingkungan terdekat kita,” katanya. MC Kalsel/tgh