“Ini prestasi yang luar biasa untuk TPID Prov Kalsel dalam pengendalian inflasi tahun 2023, karena terjadi penurunan yang signifikan dibanding tahun 2022 sebesar 6,99,” lanjutnya.
Sebagaimana diketahui inflasi tingkat nasional pada bulan Desember 2023 lalu, year on year (y-on-y) sebesar 2,61 persen dengan andil terbesar inflasi tingkat nasional adalah beras yang menyumbang sebesar 0,53 persen. Sedangkan tingkat inflasi nasional month to month (m-to-m) bulan Desember 2023 itu sebesar 0,41 persen.
Sedangkan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kalsel, Suparmi menyebutkan sebesar 119,99, untuk m to m nya, mengalami inflasi sebesar 0,18 persen dengan penyumbang inflasi m-to-m yaitu ikan gabus, bawang merah, emas perhiasan, daging ayam ras, dan ikan nila.
“Untuk Kota Banjarmasin inflasi Desember 2023 sebesar 2,28 persen (y-on-y) dengan IHK 119,72 persen, sedangkan inflasi di Kabupaten Kotabaru sebesar 3,81 persen dengan IHK 124,40 dan inflasi di Kabupaten Tabalong sebesar 2,39 persen dengan IHK 117,61,” papar Suparmi.
Kemudian pada minggu ketiga Januari 2024, inflasi di Kalsel masih terkendali, terlihat untuk komoditas beras Kalsel masih terendah di zona 2 yaitu di harga Rp12.144, demikian juga dengan minyak goreng curah, juga terendah nasional di harga Rp13.544,00
“Dari data tersebut di atas menunjukan inflasi di Kalsel tetap terkendali dengan beberapa program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh TPID, baik di tingkat provinsi dan tingkat kabupaten/kota dengan koordinasi dan dukungan TPIP dan semoga dengan koordinasi pentahelix, inflasi di Kalsel dapat terus terkendali,” harapnya. (MC Kalsel)
Editor Restu







