WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Seorang pria tewas usai tertimpa runtuhan bangunan benton di SMPN 6 Banjarmasin, di Jalan Kampung Melayu, Gang Sempati, Kelurahan Melayu, Kecamatan Banjarmasin Timur, sekira pukul 18.20 Wita, Jumat (19/1/2024). Pria tersebut adalah Mulyadi (39), yang merupakan penjaga malam SMPN 6 Banjarmasin, warga Jalan Veteran, Gang Dwikora Rt 27, Kelurahan Sungai Bilu, Kecamatan Banjarmasin Timur. Mulyadi tewas tertimpa runtuhan banguan kelad yang sedang direnovasi, saat sedang memotong kawat besi dari bekas bangunan kelas bersama dua temannya, yaitu Darmawi dan Khaidir. Baca juga: Kronologi Pekerja Tewas Tertimpa Beton SMPN 6 Banjarmasin, Awalnya Ingin Mengambil Besi Kepala SMPN 6 Banjarmasin, Aminsyah mengatakan, bangunan yang ambruk tersebut, merupakan bangunan kelas dua tingkat yang sedang direnovasi. “Proses pembongkaran dan renovasi sudah berjalan kurang lebih dalam 2 bulan terakhir,” ujar Amin, di lokasi kejadian. Lebih lanjut, kata Amin, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan, agar bisa mempercepat pembongkaran, agar proses pembelajaran bisa dapat berjalan seperti biasanya. “Nanti mungkin lokasi ini akan dikandang dulu selama proses renovasi, agar tidak membahayakan bagi siswa yang sekolah,” kata Amin. “Kita juga akan berkoordinasi dengan pihak dinas pendidikan, apakah hari senin nanti untuk proses pembelajaran yang ada didekat bangunan tersebut akan diliburkan atau tetap berjalan seperti biasa,” sambungnya. Baca juga: Penjelasan BPBD Soal Ambruknya Bangunan Beton SMPN 6 Banjarmasin Tewaskan 1 Pekerja Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Nuryadi menjelaskan, untuk bangunan yang ambruk tersebut merupakan bangunan yang sudah lama tidak terpakai, makanya ingin direnovasi. “Jadi saat ini masih dalam proses pengerjaan pembongkaran,” jelas Nuryadi. “Kebetulan yang jadi korban dalam kejadian ini adalah penjaga malam SMPN 6 Banjarmasin, bukan dari pekerja yang melakukan pembongkaran atau renovasi bangunan tersebut,” tambahnya. Kadisdik juga meminta, agar pihak sekolah bisa langsung memasang pagar seng, untuk menghindari para siswa memasuki kawasan tersebut. “Sementara untuk proses kelanjutan dari renovasi bangunan tersebut, sementara masih melihat kondisi kedepannya,” pungkasnya. (iqnatius aprianus) Editor: Erna Djedi