Dikutip baperanews, Kepala Desa Pekon Pemerihan, Subantoro, membenarkan kejadian tersebut.
Dia menyatakan bahwa warga setempat terpaksa melakukan langkah ekstrem ini karena hingga saat ini belum ada jembatan yang menghubungkan kedua sisi sungai.
Kondisi semakin memburuk saat musim penghujan tiba, dengan air sungai yang meluap, menambah kesulitan bagi warga yang hendak menuju tempat pemakaman umum.
“Ya betul, ada warga kami telah menyeberangi sungai untuk mengantarkan jenazah ke pemakaman, karena hingga saat ini jalur tersebut tidak ada jembatan,” ungkap Subantoro.
“Sejak terbukanya Pekon Pemerihan sampai sekarang, memang sangat ironis, jika ada masyarakat yang meninggal dan kebetulan sungai banjir, warga harus menggunakan rakit untuk menyeberangi deras dan besarnya air sungai,” tambah Subantoro.(berbagai sumber)
Ini vidionya gaes pic.twitter.com/N7iO59uu2n
— Kegoblogan.Unfaedah (@kegblgnunfaedh) January 18, 2024
Editor Restu







