Pihaknya membatasi satu ruangan hanya boleh dihuni 20 orang, namun selebihnya kondisional saja.
Berkaca dari pengalaman, kebanyakan jemaah yang menginap di Iqdamul Ulum dari luar Provinsi Kalimantan Selatan seperti dari Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah hingga Sumatera seperti Riau.
Sementara penginapan gratis lainnya, yaitu di SDN Tunggul Irang Ulu, jemaah yang sudah terdata ingin menginap ada sekitar 400 orang.
Panitia menyediakan 12 ruang kelas yang tersedia dan empat WC umum serta perpustakaan yang difungsikan sebagai musala.
Koordinator Lapangan Penginapan SDN Tunggul Irang Ulu, Aan mengatakan saat ini yang datang sudah hampir 100 orang.
Para jemaah yang datang langsung disambut dengan hidangan yang dimasak oleh ibu-ibu kampung setempat.
Meja dan kursi yang biasa dipakai untuk kegiatan belajar, saat ini difungsikan sebagai meja makan untuk para jemaah.
Dikatakan Aan, jemaah yang datang dan menginap di Penginapan SDN Tunggul Irang Ulu ini kebanyakan dari luar daerah Kalimantan seperti Jakarta, Semarang, bahkan ada juga dari luar negeri yaitu Malaysia.
Namun, jemaah dari luar daerah tersebut belum sampai di penginapan dan kemungkinan akan tiba pada Sabtu (13/1/2024) sore.
Kedua penginapan gratis tersebut beroperasi sejak Jumat (12/1/2024) dan akan berhenti beroperasi pada Senin (16/1/2024) siang mendatang. (nurul octaviani)
Editor: Yayu







