Diduga Terkait Gempa Jepang, Korsel Laporkan Terjadi Gelombang Tsunami

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Otoritas cuaca di Korea Selatan melaporkan, pada Senin (1/1/2023) malam, pihaknya telah mengamati adanya gelombang tsunami di bagian timur negara itu, setelah terjadi gempa bumi di Jepang.

Mereka mengatakan, tsunami setinggi 45 centimeter terpantau di sebuah kota di Provinsi Gangwon di Laut Jepang, dan gelombang setinggi 30 centimeter mencapai kota lain di provinsi yang sama.

Pihak berwenang mengatakan, kemungkinan gelombang yang lebih besar bisa datang dan berlangsung lebih lama. Lembaga penyiaran publik negara itu mendesak masyarakat di wilayah pesisir untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Selain Korea Selatan, Rusia juga mengeluarkan status peringatan tsunami di wilayah timur jauh negaranya.

Pihak berwenang di kota Vladivostok dan Nakhodka di timur jauh Rusia mendesak warga di sana untuk tetap waspada.

Sementara itu, Badan Meteorologi Jepang (JMA), pada Senin malam telah menurunkan status peringatan tsunami besar di Prefektur Ishikawa di Jepang tengah menjadi peringatan tsunami.

Meski demikian, JMA tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

Peringatan tsunami tetap berlaku di Prefektur Niigata, Toyama, Yamagata, Fukui dan Hyogo.

Badan tersebut mengatakan, gempa magnitudo (M) 7,6 skala telah melanda Prefektur Ishikawa tak lama setelah pukul 4 sore waktu setempat.