Pemprov Kalsel Dapat Penghargaan BI Award 2023 Berkat Pemakaian QRIS Terbaik di Kalimantan

Jokowi menyatakan, berdasarkan laporan pelaku usaha, peredaran uang kini makin kering.

“Meskipun kalau kita lihat kadang-kadang di bawah tadi saya sampaikan ke Pak Gubernur, ssaya mendengar dari banyak pelaku usaha ini kelihatannya kok peredaran uangnya makin kering,” tegas Jokowi.

Ada indikasi, kata Jokowi, ini disebabkan pembelian instrumen yang diterbitkan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.

“Jangan-jangan terlalu banyak yang dipakai untuk membeli SBN atau terlalu banyak yang dipakai untuk membeli SRBI atau SVBI. Sehingga yang masuk ke sektor riil berkurang,” paparnya.

Di sisi lain realisasi belanja pemerintah pusat dan daerah juga masih rendah, padahal tahun anggaran 2023 tersisa dua bulan lagi.

Senada dengan Presiden Jokowi bahwa dunia saat ini memang tak sedang baik-baik saja, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan akan banyak isu domestik negara yang berdampak ke global.

“Seperti Amerika Serikat mengalami inflasi dan suku bunga tinggi, China mengalami perlambatan ekonomi dan krisis properti. Juga ada peningkatan tensi geopolitik yang semua dadakan,” katanya.

Gubernur BI Perry juga mengatakan sebelumnya prospek ekonomi 2024 redup.

“Dunia masih terus bergejolak, ada perang Rusia-Ukraina, perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, dan kini konflik Israel-Palestina yang menimbulkan fragmentasi geopolitik dan akibatnya propek ekonomi global meredup 2024 sebelum bersinar lagi di 2025,” tutur Perry.

Dalam pertemuan tahunan yang dibuka Presiden Joko Widodo dan dihadiri Gubernur BI Perry Warjiyo, tampak hadir juga sejumlah menteri, gubernur, bupati/walikota, pimpinan perbankan nasional, serta pelaku UMKM selaku mitra kerja BI. (MC Kalsel)

Baca Juga :   2 Ton Beras Disalurkan Bagi Korban Banjir di Desa Penggalaman

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca