“Kami mengangkat materi bahaya media sosial yang terdiri dari hoaks, sexting dan cyber bullying, materi tersebut relevan dengan kondisi saat ini serta perilaku setiap orang yang ketergantungan pada media sosial,” tambahnya.
Di lain pihak, Pemimpin Pondok Pesantren RMA, Dr. Kiai H. Muhari menyambut baik langkah yang sudah dilakukan mahasiswa UNISKA.
“Ini program yang sangat baik, semoga bisa berkesinambungan sehingga UNISKA benar-benar menghasilkan lulusan berkompeten,” pungkasnya.
Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Raudhatul Muta’alimin An Nahdliyah (RMA) saat ini memiliki santri kurang lebih 150 orang dengan program andalanya menghafal alquran. (nurul octaviani)
Editor: Yayu







