Lebih lanjut, Apriastini memastikan bahwa untuk ke depannya nanti pihaknya akan lebih berhati-hati dalam merilis konten yang diunggah di media sosial.
“Ke depannya kami akan melakukan koordinasi secara ketat, pengecekan secara berulang agar seluruh konten yang disajikan dapat sesuai, baik dan benar,” tandasnya.
Sebelumnya, konten dari unggahan reels di Instagram PT Transjakarta viral dikarenakan sekilas momen yang menampilkan layar ponsel dan terdapat situs pornografi dalam histori penelusuran ‘Frequently Visited’, yang merupakan situs paling sering dikunjungi berdasarkan browser yang digunakan. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







