Rela Berbagi Resep Kue di Pelatihan FKP, Citra Auliana Yakin Rezeki Tidak Pernah Tertukar
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA- Citra Auliana dan Lingga Intan menjadi narasumber Pelatihan Pembuatan Aneka Kue dan Roti yang digelar Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Banjar dan Bidang Kepemudaan Disbudporapar Banjar pada Sabtu (28/10) di kediaman Citra Auliana di Tanjung Rema, Martapura.
Menempuh usaha di bidang kuliner sejak 2008, membuat Citra dan Lingga terkenal di kalangan masyarakat Kabupaten Banjar soal urusan berbagai macam kue dan katering, seperti kue kering, lapis legit, nasi kotak hingga snack box.
Ternyata, ia juga pernah menjadi narasumber pembuatan katering untuk staf Desa Cindai Alus dan Murung Keraton, Kabupaten Banjar.
Citra mengungkap alasannya mau menjadi narasumber pelatihan ini yaitu ingin berbagi ilmu dengan harapan UMKM di Kabupaten Banjar semakin maju.
"Kami juga merintis dari nol, jadi tidak ada istilah takut untuk membagi resep. Karena bagi saya, beda tangan, beda hasil dan rezeki tidak pernah tertukar," ujarnya.
Di kesempatan ini, ia memotivasi para pemuda yang ingin memiliki usaha agar tidak takut mencoba dan tetap berusaha.
"Namanya pasang surut saat berwirausaha itu hal yang wajar. Kita harus tetap berusaha dan jangan jadikan hal itu alasan untuk berhenti," ujarnya.
[caption id="attachment_191375" align="alignnone" width="300"]
Narasumber pelatihan pembuatan kue, Citra Auliana. Foto: Wartabanjar.com/Nurul Octaviani[/caption]
Ketua FKP Banjar, Muhammad Rizani Amin menerangkan bahwa kegiatan pengembangan bertema kuliner dan menggaet narasumber dari luar, baru kali pertama ini dilaksanakan.
"Kami memilih kue dan roti karena ini lebih modern dan bisa dikembangkan dari berbagai sisi. Mulai dari pengemasan, topping dan lainnya. Jadi, teman-teman FKP yang berwirausaha di bidang kuliner bisa berkembang lebih jauh lagi," ujarnya.
Rizani juga mengapresiasi kebersediaan narasumber, Citra Auliana dan Lingga Intan untuk berbagi ilmu yang dimiliki, dari resep hingga cara pembuatannya.
"Sempat ada narasumber yang mengundurkan diri karena takut berbagi resep. Alhamdulillah beliau berdua bersedia, kami sangat berterima kasih," ujar Rizani.
Sebagai Ketua FKP, Rizani juga sependapat dengan Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Banjar, Dr. Muhari, S.Ag, M.Ikom yang turut hadir di acara ini, terkait output pelatihan tersebut.
"Benar apa kata beliau, harus ada beberapa orang yang sukses atau menguasai setelah dapat pelatihan," ujar Rizani.
Ia juga sepakat tentang pemberian modal bagi peserta yang memiliki potensi di bidang tersebut.
"Alhamdulillah kita selama ini bisa memberikan modal atau membantu teman-teman mendapat modal melalui KUR dan program bupati untuk UMKM yakni Kurma Manis," ujarnya lagi.
Lebih lanjut, para peserta sangat senang mengikuti pelatihan ini, terlebih ketika Kabid Kepemudaan Disbudporapar Banjar, Muhari datang untuk mendukung kegiatan tersebut.
Muhari juga ikut mengoles bagian atas kue kacang sambil bercanda dengan para peserta. (nurul octaviani)
Editor: Yayu
Narasumber pelatihan pembuatan kue, Citra Auliana. Foto: Wartabanjar.com/Nurul Octaviani[/caption]
Ketua FKP Banjar, Muhammad Rizani Amin menerangkan bahwa kegiatan pengembangan bertema kuliner dan menggaet narasumber dari luar, baru kali pertama ini dilaksanakan.
"Kami memilih kue dan roti karena ini lebih modern dan bisa dikembangkan dari berbagai sisi. Mulai dari pengemasan, topping dan lainnya. Jadi, teman-teman FKP yang berwirausaha di bidang kuliner bisa berkembang lebih jauh lagi," ujarnya.
Rizani juga mengapresiasi kebersediaan narasumber, Citra Auliana dan Lingga Intan untuk berbagi ilmu yang dimiliki, dari resep hingga cara pembuatannya.
"Sempat ada narasumber yang mengundurkan diri karena takut berbagi resep. Alhamdulillah beliau berdua bersedia, kami sangat berterima kasih," ujar Rizani.
Sebagai Ketua FKP, Rizani juga sependapat dengan Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Banjar, Dr. Muhari, S.Ag, M.Ikom yang turut hadir di acara ini, terkait output pelatihan tersebut.
"Benar apa kata beliau, harus ada beberapa orang yang sukses atau menguasai setelah dapat pelatihan," ujar Rizani.
Ia juga sepakat tentang pemberian modal bagi peserta yang memiliki potensi di bidang tersebut.
"Alhamdulillah kita selama ini bisa memberikan modal atau membantu teman-teman mendapat modal melalui KUR dan program bupati untuk UMKM yakni Kurma Manis," ujarnya lagi.
Lebih lanjut, para peserta sangat senang mengikuti pelatihan ini, terlebih ketika Kabid Kepemudaan Disbudporapar Banjar, Muhari datang untuk mendukung kegiatan tersebut.
Muhari juga ikut mengoles bagian atas kue kacang sambil bercanda dengan para peserta. (nurul octaviani)
Editor: Yayu