WARTABANJAR.COM, GAMBUT- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di dua desa di Kabupaten Banjar, Kalsel pada Selasa (10/10/2023) lalu yaitu di Desa Melayu, Kecamatan Martapura Timur dan Desa Sungai Batang di Kecamatan Martapura Barat.
Karhutla terjadi siang sekitar pukul 12.30 Wita, namun api baru bisa dipadamkan sore sekira pukul 16.30 Wita atau 4 jam kemudian.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar, Warsita, dikutip dari laman Kabupaten Banjar, Kamis (12/10/2023) mengatakan satuan tugas udara juga dilibatkan dalam penanganan ini sehingga api bisa dipadakam total pukul 16.30 Wita.
Ia menyebut penanganan karhutla selama 4 jam tersebut membakar luasan lahan sekitar 22 hektare.
Di Desa Sungai Batang, misalnya, api membakar semak belukar dan pepohonan berkobar sore hari.
Penanganan oleh tim gabungan terkendala oleh jauhnya jarak titik api, sehingga 5 rol selang yang digunakan tim tak mencukupi.
Luasan lahan yang berhasil dipadamkan di desa ini adalah 0,5 hektare.
Sementara di Desa Melayu yang berbatasan dengan Desa Pematang Baru juga mengalami kebakaran lahan siangnya.
Sejumlah warga dilaporkan ikut berjibaku bersama tim gabungan dalam upaya pemadaman api.
Tim gabungan terdiri dari BPBD, EBR, PMI, TNI dan sejumlah BPK melakukan penanganan pemadaman kobaran api yang membakar semak belukar dan jerami.
Kobaran api yang ditangani oleh tim gabungan dimulai pada pukul 12.30 Wita tersebut begitu cepat menyebar luas, lantaran jerami benar-benar mengering.
Penanganan bukan saja dilakukan oleh tim darat akan tetapi juga melibatkan satgas udara Heli Water Boombing. (MC Banjar)