Goeroeh pun menjelaskan dengan singkat ciri-ciri lapisan atmosfer yang dipenuhi polutan hingga mempengaruhi kualitas udara dan penampakan langit secara kasat mata.
“Kalau kita lihat matahari itu seperti menyala jingga kemerah-merahan, artinya lapisan atmosfer yang ada di tempat kita itu dipenuhi dengan polutan,” jelasnya lagi.
Polutan tersebut berasal dari asap pembakaran lahan yang sedang marak terjadi di wilayah Kalimantan Selatan. Hal ini tentu saja membuat kualitas udara di Banjarbaru dinilai tidak sehat.
“Dua hari terakhir, kualitas udara di Banjarbaru tidak sehat. Biasanya di jam 6 pagi hingga 9 pagi. Hari ini terpantau tidak sehat hingga jam 5 sore,” ujar Goeroeh lagi.
Kepala Staklim Banjarbaru, Goeroeh pun mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar ruangan karena udara yang cenderung tidak sehat.
“Saya himbau kepada masyarakat untuk menggunakan masker karena kondisi udara cenderung tidak sehat. Kurangi aktivitas di luar ruangan sampai kondisi udara di wilayah kita masuk kategori baik atau sedang,” tutupnya. (nurul octaviani)
Editor: Erna Djedi







