WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pedagang Pasar Tanah Abang teriak karena terancam bangkrut akibat sepinya pembeli.
Pasar legendaris itu, kini sudah banyak ditinggalkan pedagang yang tidak kuat lagi menahan biaya operasional sehingga terpaksa harus menutup tokonya.
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (MenKopUKM) Teten Masduki mengungkap penyebab sepinya aktivitas perniagaan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Dia menyebut, Pasar Tanah Abang sepi pembeli akibat tren perubahan pola belanja offline ke online.
Di sisi lain, saat ini e-commerce atau lokapasar telah dikuasai produk asing.
Terlebih, produk-produk asing asal China yang dijual di e-commerce memiliki harga lebih murah dibandingkan produk lokal.







