“Saya sangat memahami perasaan dan emosi para kader. Mari kita tenangkan hati dan pikiran kita. Ini bukanlah akhir, ini bukan akhir dari perjuangan kita. Ini harus kita maknai sebagai ujian dan cobaan yang harus kita hadapi dan atasi,” kata SBY.
Dalam kesempatan itu, SBY mengajak para pengurus dan kader Partai Demokrat untuk bersyukur bahwa krisis yang mereka alami tidak terjadi satu atau dua hari sebelum batas pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden di Komisi Pemilihan Umum (KPU) berakhir.
“Sekarang, bayangkan jika kita dihadapkan pada situasi ini, dan kita ditinggalkan beberapa hari sebelum batas pendaftaran KPU. Kita masih dibantu oleh Allah. Kita masih diselamatkan oleh sejarah,” kata Susilo Bambang Yudhoyono.
Selanjutnya, SBY menyatakan bahwa langkah Anies dan Nasdem justru akan melindungi partai karena mereka tidak harus mendukung calon presiden yang tidak jujur dan tidak amanah.
“Saya kira kalau kita renungkan ini, ambil hikmahnya, kita dibebaskan dari dosa yang mungkin akan kita pikul kalau kita masih berada bersama-sama mereka itu dan mengusung seseorang menjadi pemimpin bangsa Indonesia,” tutur SBY. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







