Villavicencio, 59, mantan legislator, ditembak mati setelah acara kampanye di Quito.
Surat kabar utama negara itu, El Universo, melaporkan bahwa kandidat tersebut dibunuh dengan “gaya pembunuh bayaran dan dengan tiga tembakan di kepala”.
Video yang diposting di media sosial menunjukkan kandidat berjalan keluar dari acara dikelilingi oleh penjaga.
Video kemudian memperlihatkan Villavicencio memasuki sebuah truk putih diikuti dengan tembakan.
Gambar dan cuplikan video dari rapat umum menunjukkan adegan kacau saat orang-orang berlindung di lantai gedung setelah tembakan dilepaskan.
Kantor jaksa agung Ekuador kemudian mengatakan bahwa tersangka pembunuhan Villavicencio telah meninggal karena luka yang diderita selama penangkapan. (ernawati)
Editor: Erna Djedi







