WARTABANJAR.COM, BOJONEGORO - Biasanya perceraian dipicu masalah ekonomi atau perselingkuhan, di Bojonegoro, Jawa Timur, ini cukup unik.

Suami menggugat cerai istri bukan lantaran perselingkuhan, tapi lantaran merasa harga diri direndahkan karena dibandingkan dengan pria lain.

Enam bulan pertama tahun ini, di Bojonegoro, angka perceraian mencapai 1.500 kasus.

Dari 1.500 kasus tersebut, 437 di antaranya adalah pengajuan cerai yang dilakukan para suami.

Baca juga: Dua Mantan Direktur PT Jakpro Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Kerugian Ratusan Miliar Rupiah

Dikutip dari Media Center Pengadilan Agama Bojonegoro, para suami mengungkap alasan mengajukan cerai karena kesal sering dibanding-bandingkan dengan pria lain oleh sang istri.

Hal itu membuat para suami merasa tidak punya martabat dan harga diri, sehingga cerai menjadi plihan. (berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi