WARTABANJAR.COM, BOJONEGORO – Biasanya perceraian dipicu masalah ekonomi atau perselingkuhan, di Bojonegoro, Jawa Timur, ini cukup unik.
Suami menggugat cerai istri bukan lantaran perselingkuhan, tapi lantaran merasa harga diri direndahkan karena dibandingkan dengan pria lain.
Enam bulan pertama tahun ini, di Bojonegoro, angka perceraian mencapai 1.500 kasus.
Dari 1.500 kasus tersebut, 437 di antaranya adalah pengajuan cerai yang dilakukan para suami.







